Saling Memangsa

Ilustrasi
Oleh: Sultoni

Sunnatut tadafu' (sunnah saling memangsa) adalah takdir dan ketetapan-Nya. 

Pohon kebaikan (syajaroh thoyyibah) yang eksis lebih dulu, akan selalu diganggu oleh predator yang datang kemudian. Kuman, hama, ulat, tikus, wereng dan sejenisnya, Allah ciptakan untuk menjadi predator bagi pohon. Dalam tubuh manusia predator itu bernama kanker. Itu sunnatulloh yang bersifat niscaya (kemestian) yang tak bisa kita hindari ilaa yaumil qiyamah.

Dibalik takdir-Nya itu, ada tarbiyah Robbani. Dia ingin mendidik kita agar menjadi petarung-Nya yang cerdas tangguh untuk melawan setiap predator jahat itu.

Bila kita diam, kita berarti telah melanggar sunnatulloh itu. Karena Takdir Syar'i-Nya kita memang diproyeksikan harus tampil sebagai Pemelihara Pohon Kebaikan. Kalau kita diam, maka Predator Ganas jahat itu akan memangsa habis Pohon Kebaikan (Bangunan Dakwah ilalloh). Dan eksislah generasi sampah (garbage) itu petantang-petenteng membusungkan dada, sembari berbangga-banga dengan kelakuan anomali dan rendah mereka. Mereka memang sangat menikmati dan puas bila lawan mereka (pohon kebaikan) terkapar mati, karena digerogoti akarnya.

Jadi pilihannya adalah : 

KITA ISTIQOMAH BERJUANG LALU SEJARAH MENCATAT KITA SEBAGAI PEMENANG

ATAU DIAM TAK BERBUAT APA-APA, LALU KITA MATI TERKAPAR. DAN SEJARAH MENCATAT KITA SEBAGAI PECUNDANG !