Taste of Dakwah

Ilustrasi
Oleh: Satibi

Cita rasa dakwah itu akan tumbuh manakala telah bersemayam di hati kita. Perasaan al-hubb (cinta) kepada dakwah, kepada saudara-saudara seperjuangan, ikhlas dan rela berkorban demi tegaknya dakwah dan sabar dengan ujian dan cobaan di jalan dakwah.

Dengan cita rasa itu, orang-orang yang ada di dalamnya dapat merasakan kenikmatan berada di jalan dakwah dan hidup bersama dengan dakwah serta tidak dapat dipisahkan dengan dakwah. Jika kita telah dapat merasakan cita rasa dan kenikmatan dakwah, maka beban berat akan menjadi ringan, yang besar akan menjadi kecil, yang jauh akan terasa dekat, karena adanya cita rasa dan kenikmatan di dalamnya.

Seorang dai yang memiliki cita rasa dakwah, dia akan menjadi orang yang sangat concern dengan kepentingan dan masa depan dakwah, akan tumbuh sikap fanatik dalam dirinya yang akan melahirkan sikap wara`(loyalitas) sehingga ia akan selalu berada di barisan terdepan sebagai garda dakwah, menjadi unsur perubah (anasirut taghyir) dari setiap kerusakan moral (korupsi, pornografi, egois, permissive, dan kebodohan).

Sungguh negeri ini butuh perubahan ke arah yang lebih baik, dan di pundak para dai itulah perubahan ke arah yang lebih baik berada.

Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah melukiskan bagaimana perasaan nya terhadap dakwah. 

"Perumpamaanku dan para nabi terhadap kalian bagaikan seorang laki laki yang menyalakan api, lalu kupu kupu dan belalang terbang mendekat dan berjatuhan terkena api, lalu laki laki itu mencoba mencegahnya agar kupu kupu dan belalang tersebut selamat dari api. Nabi kemudian menambahkan "Saya pun mencegah kalian dari terjerumus ke dalam api neraka, tetapi kalian berontak, melepaskan diri dari tanganku."

Teruslah berjuang dengan penuh semangat, jangan pernah punya keinginan untuk rehat sejenak, sebab istirahat bagi laki laki sejati adalah suatu kelalaian (Umar bin Khattab)

Betapa dakwah ini memerlukan Rijal-nya yang memiliki tanggung jawab, kepedulian dan kepekaan serta keberanian.

Semoga cita rasa dakwah ini muncul dalam diri kita, sehingga kita bisa menikmati indahnya hidup dalam dakwah dan romantisme dalam berjamaah

Wallahu a'lam