Merasakan Kebersamaan Allah

Ilustrasi
Merasakan kebersamaan Allah (istisy’ar bi ma’iyatillah). Dulu, tema ini mewujud kuat. Kita, merasakan keberamaan itu nyata. Bahwa Allah SWT mengawasi, memantau, melihat, mengetahui semua gerak-gerik, memberi petunjuk, mengabulkan do’a dan lainnya. Kita, merasakan kebersamaan itu memang membersamai kita dalam bentuk banyak dukung Allah (ta’yiidullah) terhadap dakwah ini. Allah Membimbing, Mengarahkan, Menolong, Memelihara, Menetapkan kebaikan, yang pasti Allah berikan kepada kita dan barisan dakwah.

Merasakan kebersamaan Allah adalah sifat dasar siapapun yang ada di atas jalan dakwah. Sebab Allah adalah asal sekaligus tujuannya. Hidup bersama Allah di setiap detik waktu, di semua peristiwa dan keadaan. Dalam sepi sendiri dan bersama orang lain. Di saat senang maupun susah. Ketika berat ataupun ringan. Di kala lapang ataupun sempit, penuh ujian. Di seluruh keadaan itu, kita merasakan “ma’iyatullah” kebersamaan dengan Allah SWT. Itulah taqwa, sebaik-baik bekal. Rasa itu yang mengalirkan ke tenangan. Menyusupkan kedamaian. Memberi keteduhan. Meski dalam situasi yang tidak mudah. Dalam hati, terngiang firman Allah SWT :

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ 

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (QS. At-Taubah: 40).

Yakin, siapapun yang bersama Allah, maka Allah akan bersamanya. Yakin, siapapun menuntun, membantu, menunjukkan jalan yang baik, Allah tanamkan kesabaran dan keteguhan padanya. Seperti itu motor yang menggerakkan roda dakwah. Seperti itu spirit yang disabdakan Rasul SAW,

“...Dan tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada melakukan hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku ti dak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangan nya yang ia gunakan un tuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindungi nya.” (HR. Al-Bukhari).

Merasakan kebersamaan Allah agar Allah membersamai kita.


Sumber: Majalah Relung Tarbiyah, Edisi 2.