Tentang Amanah, Kepercayaan dan Tanggung Jawab

Ilustrasi
Oleh: Muhammad Lili Nur Aulia

Kita hidup ini mempunyai misi, punya tujuan. Misinya ibadah, tujuannya ridha Allah.Jika hidup ini perjalanan, maka jalan hidup ini Allah hamparkan untuk kita tempuh. Ada banyak keadaan yang harus kita lalui, senang, susah, sulit mudah, tanjakan, mendatar, turunan, terjal berbatu, terhalang gunung, tikungan patah yang rawan mencelakakan, badai kencang yang bisa menumbangkan atau angin sepoi yang melenakan. Teriakan keras yang menakut-menakutkan, atau bisikan lembut yang melalaikan.

Di ujung jalan ini ada titik harapan. Di mana titik itu kita tidak tahu. Harapannya kita tetap ada di jalan yang sesuai dengan misi dan tujuan kita hidup.

Mendapat amanah, kepercayaan, pemberian tanggung jawab dalam mengemban kebaikan, dalam dakwah, dalam semua hal yang mendukung amal-amal shalih, pada dasarnya ibarat jalan berikut pagar yang Allah sediakan untuk kita agar tetap berada di jalan yang DIA ridha. Jadi bukan karena kita lebih baik, kita lebih pintar, kita lebih hebat, bukan. Kita hanya diberi jalan, yang jalan itu kita diminta untuk berjuang untuk amanah, kepercayaan dan tanggung jawab itu. Kita, dituntut untuk berkoban demi amanah, kepercayaan dan tanggung jawab itu.

Jika kita ikhlash, pasti Allah bantu mengembannya. Jika kita tidak ikhlash, pasti kita akan terseok-seok menjalaninya hingga jatuh, dan mungkin tak mendapat amanah, kepercayaan dan tanggung jawab lagi.

Mulailah dengan, "laa haula wa laa quwwata illaa billaah" Tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena Allah. Sebab kita memang bukan siapa-siapa, lemah, betapapun kita dianggap pandai, layak, paling menguasai, itu hanya anggapan orang. Kita aslinya benar-benar tak punya daya apa-apa, kecuali karena Allah.

Ucapkanlah, "Astaghfirullahal azhiim wa atuubu ilaih" Aku mohon maaf kepada Allah Yang Maha Agung dan aku bertaubat kepadaNYA. Sebab kita makhluk yang banyak berlumur dosa, tetapi tetap dipilih Allah untuk mendapat jalan dan pagar untuk lebih baik.

Iringi dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim. Sebab semua amal yang tidak dimulai dengan basmalah, bisa sia-sia. Kita jalankan kehidupan, amanah, kepercayaan dan tanggung jawab itu dengan mengiringinya dengan nama Allah. Kita harus menjaga kebersamaan dengan Allah, menjaga hubungan vertikal dengan Allah. Sebab dari sana lah kita mendapat perlindungan, penjagaan, pemeliharaan, kekuatan dalam menjalani perjalanan hidup ini.

Aku menunggumu di titik akhir kita, semoga Allah pertemukan kita di titik yang terbaik.

اللهم اجعل خير عمري آخره
وخير عملي خواتمه، وخير أيامي يوم ألقاك

Ya Allah jadikan usiaku yang terbaik adalah di akhirnya. Jadikan amal terbaikku di penghujungnya. Jadikan hari terbaikku adalah saat aku bertemu dengan mu.