Menjernihkan Pikiran dan Hati

Ilustrasi
Oleh: Aunur Rafiq Saleh Tamhid Lc.

Pernahkah anda mengalami suasana pikiran yang keruh dan hati yang sempit atau gelap sehingga selalu berfikir negatif dan tidak bisa menerima nasehat bahkan membantahnya dan mencari-cari dalih untuk menolaknya? Atau membenci orang-orang saleh dan para dai yang mengajak kepada kebaikan? Bahkan mungkin anda bernafsu ingin menghancurkan segala bentuk kebaikan tanpa memedulikan bahayanya, karena adanya kegelapan yang menguasai hati anda?

Jika anda mengalami hal tersebut maka ketahuilah bahwa akal fikiran anda sedang kusut dan hati anda berpenyakit, sehingga memerlukan upaya penjernihannya sebelum berkarat dan mati atau mengeras seperti batu.

Ibnul Qayyim berkata:

“Akal dan pikiran yang hidup ialah akal sehat yang mampu memahami sesuatu dengan baik, dan dapat membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang menimbulkan mudharat. Yang demikian itu merupakan cahaya yang dikhususkan Allah untuk orang yang dikehendaki-Nya diantara makhluk-Nya. Sesuai dengan perbedaan tingkatan manusia tentang kuat dan lemahnya cahaya tersebut, atau ada dan tidaknya cahaya itu”.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menjernihkan pikiran yang keruh dan hati yang sakit seperti di atas.

Salah satunya, cobalah pengalaman atau amalan yang pernah dilakukan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berikut ini, yaitu memperbanyak mengucapkan dzikir dan wirid di bawah ini:

يا حي يا قيوم لا اله الا انت

“Wahai Allah Yang Maha Hidup , wahai Allah Yang Maha Berdiri Sendiri, tidak ada Tuhan yang wajib diibadahi kecuali Engkau”.

Ibnul Qatyim berkata:

“Siapa yang tekun mengucapkannya dengan penuh perhatian dan perasaan, maka hal itu insya Allah akan menghidupkan hati dan akalnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -qaddasallahu ruhahu- rajin berdzikir dengan mengucapkan kalimat ini. Pada suatu hari beliau pernah berkata kepadaku: “Kedua nama ini -yaitu al-Hayyu dan al-Qayyum— mempunyai pengaruh yang besar untuk menghidupkan hati”. Beliau mengisyaratkan bahwa kedua nama Allah ini termasuk al-ismul a’zham (nama teragung).

Saya juga pernah mendengar beliau berkata:

“Barangsiapa yang selama empatpuluh hari dengan rutin setiap hari antara shalat sunah subuh (qabliyah subuh) dan shalat subuh mengucapkan :

يا حي يا قيوم لا اله الا انت برحمتك استغيث 

Ya Hayyu ya Qayyum la ilaha illa anta birahmatika astaghitsu”, 

maka hatinya akan hidup dan tidak akan mati”.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Baca: Intisari Madarijus Salikin, 1/637-638.