Ikadi dan Sadaqa Kembangkan Metode Menghafal Alquran ala Gaza

PersMuslim - Pengurus Pusat Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) bersama dengan Sadaqa tengah melakukan pengembangan metode menghafal Alquran ala Gaza. Diharapkan, metode tersebut nantinya dapat tersosialisasikan dan dikembangkan oleh umat muslim di Indonesia.

Ketua Umum Ikadi Prof DR KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama pengembangan metode menghafal Alquran ala Gaza tersebut. Menurutnya, dalam dakwah harus mengembangkan prinsip bekerjasama dalam kebaikan dan ketaqwaan. 

Melalui kerjasama tersebut, pihaknya akan mengembangkan metode tersebut di seluruh kepengurusan Ikadi yang tersebar di Indonesia.

"Insya Allah program ini dapat dikembangkan di 32 Provinsi dan 350 Kota Kabupaten dimana terdapat kepengurusan Ikadi," kata Ahmad Satori, saat penandatanganan nota kesepahaman antara PP Ikadi dengan Sadaqa tentang pengembangan Metode Menghafal Alquran ala Gaza, di Kantor Pusat Ikadi, Jumat (23/2).

Direktur Utama Sadaqa, Afwan Riyadi mengatakan, metode tersebut telah dijalankan lebih dari 20 tahun oleh Darul Quran wa Sunnah, di Gaza. Bahkan telah menghasilkan ribuan penghafal Alquran setiap tahunnya. 

"Harapan kami, metode ini dapat juga diterapkan di setiap rumah. Setiap orangtua dapat mengajari anak – anaknya untuk menghafal Al Quran dengan metode ini," kata Afwan.

Dikatakan, workshop Pengajaran Alquran ala Gaza ini sudah dilakukan sebelumnya di beberapa kota, diantaranya Depok, Bekasi, Karawang dan Denpasar. 

"Insya Allah dengan kerjasama ini, metode ini dapat dikembangkan di seluruh wilayah di Indonesia," harapnya.

Selain program Metode Menghafal Alquran ala Gaza ini, Sadaqa juga membuat berbagai program bantuan untuk masyarakat Palestina dan Gaza yang telah di blockade lebih dari satu dasawarsa. Diantaranya, program santunan rutin Yatim, bantuan pangan bagi 10 ribu keluarga di Gaza serta pengadaan Air Bersih di Masjid Al Aqsa.

"Semoga keberkahan Alquran, keberkahan Masjid Al Aqsa dan Palestina serta keberkahan banyaknya orang yang mempelajari dan mengajarkan Alquran, dapat hadir bagi bangsa dan negara kita Indonesia," harapnya.

Sumber: suaramerdeka.com