Deklarasi dan Pernyataan Sikap Persaudaraan Umat Islam Banten

Ilustrasi Parade Tauhid di Solo (Foto: Arrahmah.com)
PersMuslim - Ratusan umat Islam melakukan deklarasi persaudaraan umat Islam Banten dan menyampaikan 10 pernyataan sikap, diantaranya kecaman terhadap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang dinilai telah melecehkan ulama KH Ma’ruf Amin saat persidangan kasus dugaan penistaan agama.

“Intinya kami meminta penegak hukum bersikap adil dan menindak tegas Ahok yang berulang kali bersikap diluar batas, sehingga membuat kegaduhan dan mengundang reaksi keras umat Islam,” kata panitia deklarasi Persaudaraan Umat Islam Banten Juhaeni M Rois usai deklarasi tersebut di Masjid At-Tsauroh di Serang, Jumat [3/2] seperti yang ditulis dari BeritaSore.com.

Pernyataan sikap yang disampaikan tersebut diantaranya meneguhkan komitmen untuk menjaga kemuliaan ulama dan tokoh Islam lainnya dari berbagai bentuk penistaan dan kedzaliman dari pihak manapun.

Menyerukan kepada umat Islam Banten untuk menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah dan pembelaan terhadap Islam, mengecam sikap arogan Basuki Tjahaja Purnama bersama pengacaranya yang diduga melecehkan KH Ma’ruf Amin saat memberikan kesaksian dalam persidangan kasus penistaan agama.

Selain itu, menolak segala bentuk imperialisme dan kolonialisme menguasai Indonesia dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan juga Tenaga Kerja Asing (TKA). Menuntut kepada pemerintah agar melarang paham-paham yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diantaranya komunisme, syiah, LGBT dan juga liberalisme.

“Kami juga mendorong upaya-upaya untuk menjadikan Polri sebagai alat negara yang profesional sesuai UU dan bebas dari kepentingan politik kekuasaan dan mampu melindungi dan melayani kepentingan masyarakat Idonesia,” kata Juhaeni M Rois.

Ia juga mengajak kepada seluruh elemen umat Islam untuk bersatu mengawal penegakan hukum terhadap siapapun yang melakukan tindakan pidana penodaan agama Islam dan siap melaporkan kepada Polri.

Sementara Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Serang Nasehuddin yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku dirinya diundang oleh panitia deklarasi sebagai tamu undangan dan kegiatan tersebut berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama.

Dalam deklarasi tersebut, kata Nasehuddin, menyampaikan 10 point pernyataan sikap persaudaraan umat Islam Banten, salah satunya menyampaikan komitmen sebagai umat Islam Banten yang mencintai agama dan negara, mendukung dan mendorong institusi kepolisian untuk bertindak adil terhadap segala bentuk upaya-upaya hukum untuk bisa diadili dan jangan hanya mencari kesalahan-kesalahan para ulama atau kriminalisasi ulama.

“Kita ketahui sekarang-sekarang ini atau akhir-akhir ini para alim ulama terutama yang mimpin umat islam mempersatukan di aksi 212, yang padahal kita bisa menilai sendiri itu aksi bukan hanya sekedar mengatasnamakan islam tapi aksi kebhinekaan karena disitu hadir seluruh elemen dan komponen bangsa termasuk non islam juga hadir.

Tiba-tiba setelah aksi itu, dicari-cari kesalahannya terutama kami dari FPI, imam besar kami dipanggil dengan tuduhan makar. Tentunya bukan hanya FPI yang tidak terima tapi umat islam scara keseluruhan tidak terima,” kata Nasehudin.

Sementara itu salah seorang tokoh ulama Banten KH Muhtadi Dimyati mengatakan, masyarakat dan ulama Banten harus tetap menjaga kondusifitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pihaknya mengaku tidak setuju dengan pihak-pihak yang radikal dan juga anti terhadap NKRI. “Pokoknya Banten mah NKRI. Tidak boleh anti NKRI, siapapun yang anti NKRI buang,” kata Abuya Muhtadi Dimyati usai menggelar doa bersama di masjid At-Tsauroh.