Islam Berkembang Pesat di Meksiko

foto: inilahcom
PersMuslim - Meksiko selalu diidentikan dengan Katholik. Negara yang berbatasan dengan Amerika Serikat ini memang didominasi oleh umat Katholik Roma.

Tapi tahukah Anda bahwa di negara tersebut juga tersebar penduduk Muslim. Perlahan tapi pasti, jumlahnya meningkat tiap tahunnya. Sekitar 90 persen penduduk Meksiko memang beragama Kristen Katholik, sebagian kecil menganut Kristen Protestan. Sedangkan pemeluk Islam jumlahnya masih sedikit, yaitu 0,010 persen dari jumlah penduduk negara tersebut.

Rakyat Meksiko sendiri secara umum adalah campuran dari suku Hispanik yang dikenal sebagai orang Mestizo. Mereka benci pada Hernan Cortes, orang Spanyol yang pertama kali menemukan wilayah ini, yang kemudian mengawali penjajahan Spanyol, tapi merasa malu jika mengakui dirinya suku Indian. Leluhur mereka adalah Indian Aztec, Maya, Tarascan, Zapotec, Mixtec, dan lain-lain.

Bagaimana Islam sampai masuk ke sana? Sebenarnya, sejarah masuknya Islam di Meksiko masih sulit ditelusuri. Berikut ini ulasan dari laman media Inilahcom.

Seperti di belahan kawasan lainnya, faktor utama yang memungkinkan masuknya Islam di sini adalah penduduk imigran dari negara-negara Arab.
 
Saat itu Meksiko telah memiliki peradaban berusia dua ribu tahun yang sudah cukup tinggi dengan pengetahuan dan alam diwarnai kepercayaan yang mirip dengan hukum Islam. Mereka memberlakukan hukuman kepada para pencuri, dan sistem perdagangannya mirip dengan metode halal untuk pertukaran barang. Selain itu, sistem hukum yang dimilikinya sudah tertata baik. Bangsa Spanyol mulai menanamkan kekejaman atas penduduk dan memaksakan mereka masuk Katholik. Mereka menghancurkan kuil dan membangun gereja di atasnya. Setiap hari, mereka membaptis para penduduk dengan izin dan jadwal dari pemimpin Vatikan.

Sejak kemerdekaannya dari Spanyol, penduduk Meksiko terbagi-bagi antara yang terpelajar dan tidak terdidik. Warga terpelajar berasal dari generasi ketiga atau keempat dari imigran asing. Sementara yang lainnya termasuk tidak terdidik.

Saat ini, pemerintah Meksiko memperbolehkan gereja untuk mulai bekerja bebas dalam penyiaran agamanya, apalagi didukung negara tetangganya AS. Hal ini juga membuka peluang bagi umat Muslim untuk membuka diri dalam dakwahnya pada rakyat melalui berbagai sarana.

Perlahan-lahan, perkembangan Islam di Meksiko pun mulai tampak sejak tahun 1993. Dengan didirikannya Pusat Kebudayaan Islam Meksiko (CCIM) di tahun 1994, beberapa penduduk non-Muslim mulai mengenal Islam. Secara umum, respons di semua tingkat sosial cukup baik dan mulai menerima keberadaan Islam.

Saat ini Islam mulai berkembang pesat di Meksiko. Banyak perempuan Hispanik memilih Islam dan kemudian beralih kepercayaanya karena Islam menghargai perempuan. Pengaruh ini kemudian masuk ke anak-anak yang dilahirkannya termasuk suami dan keluarganya.

Menurut Pew Research Center, jumlah umat Islam sudah mencapai 126.000 jiwa, di tahun 2013, naik dari 111.000 pada tahun 2010. Jumlah umat Katolik telah menurun menjadi 82,7 persen , dari 96,7 persen. (VOA/AP)