Erdogan: Penemu Benua Amerika Bukan Columbus, Tapi Umat Islam

Erdogan
PersMuslim - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Benua Amerika ditemukan pelaut-pelaut Muslim. Dia juga berjanji mendirikan masjid di sebuah bukit di Kuba seperti yang tertera dalam catatan harian Christopher Columbus.

"Jika pemerintah Kuba memberi ijin, kami akan bangun kembali masjid yang pernah dilihat Columbus dan tertulis dalam catatan harian sang pelaut," ujar Erdogan saat berbicara dalam penutupan KTT Muslim Amerika Latin di Istanbul, Sabtu (15/11).

Pelaut Muslim tiba di pantai Amerika tahun 1178. Dalam catatan hariannya, Colombus menyebut sebuah masjid di atas bukit di Kuba.

"Catatan harian itu adalah bukti otentik bahwa Islam telah menyebar ke Amerika sebelum penjelajah Eropa kali pertama menemukan dunia baru yang disebut Amerika tahun 1492," demikian Erdogan.

Dr Youssef Mroueh, dari A-Sunnah Foundation of America, mempublikasikan klaim adanya sebuah masjid di Kuba -- seperti dicatat Columbus.

Tahun 1996, Dr Youssef menulis; Columbus, dalam surat-suratnya, mengakui bahwa pada Senin, 21 Oktober 1492 melihat sebuah masjid di timur laut Kuba. Ia melihat sebuah masjid yang indah di atas sebuah bukit. Saat itu kapalya berlayar dekat Gibara.

Namun beberapa cendikiawan Muslim mengesampingkan klaim itu. Menurut mereka, kalimat dalam catatan harian itu adalah metafora. Selain itu, kendati permukiman pra-Columbus ada sekitar 16.500 sampai 13.000 tahun yang lalu, tidak ada tanda-tanda adanya peninggalan Islam.

Terlepas dari perdebatan soal penemu Benua Amerika, Erdogan mengisyaratkan tertarik membangun masjid di Kuba.

"Saya ingin berbicata dengan saudara saya dari Kuba mengenai kemungkinan mendapatkan ijin untuk pembangunan masjid di puncak bukit itu," ujar Erdogan seperti dikutip Hurriyet Daily News.

April lalu, Diyanet -- Direkttorat Jenderan Urusan Agama -- mengirim delegasi ke Kuba untuk menjajagi proyek pembangunan sebuah masjid yang sesuai dengan karakter sejarah Havana. Pemerintah Kuba belum mengeluarkan pernyataan tentang proyek ini.

Erdogan juga mengomentari soal konversi paksa dengan pedang. Menurutnya, Islam tidak pernah menjadi alat eksploitasi.

"Orang-orang yang menjajah Afrika untuk emas dan belian kini melakukan hal yang sama untuk minyak di Timur Tengah," ujarnya. "Mereka melakukan sesuatu yang kotor."